Senin, 18 Juni 2012

Tips Menghemat Baterai


Fitur atau aplikasi pada ponsel akan memicu berkurangnya daya tahan baterai alias cepat boros, misalnya fitur kamera, GPS, musik player, video player dan lain sebagainya.
Tidak ada salahnya kalau kemudian kita perhatikan fitur atau aplikasi pada ponsel yang anda gunakan setiap harinya. 

Inilah fitur dan aplikasi ponsel yang butuh banyak daya baterai:

GPS
GPS adalah fitur yang membuat ponsel boros daya baterai karena GPS receiver menggunakan gelombang radio. Apalagi bila dalam penggunaan petanya membutuhkan akses Internet via 3G maupun GPRS, yang berarti memfungsikan dua fitur sekaligus.
Browsing dan Komunikasi Suara
Baik browsing maupun komunikasi suara sama-sama membutuhkan daya yang besar.Itulah sebabnya di dalam spesifikasi ponsel selalu disertakan keterangan waktu bicara. Informasi ini agar Anda bisa siap-siap sewaktu-waktu membutuhkan komunikasi yang bersifat urgent.
Wi-Fi dan Bluetooth
Browsing menggunakan WiFi memang sangat mengasyikan apalagi bila menggunakan hotspot gratisan. Namun WiFi termasuk fitur yang boros daya baterai. Begitu pula dengan Bluetooth. Untuk itu jangan lupa untuk menonaktifkannya keduanya setelah digunakan.
Radio dan Pemutar Musik atau Video
Radio dan pemutar musik tidak butuh daya baterai sebesar menggunakan kamera, namun bila fitur ini sering digunakan tetap saja akan mengkonsumsi daya baterai yang lebih besar. 
Game
Bila anda penyuka game, ini juga akan menjadi masalah, karena untuk bermain game di ponsel  membutuhkan daya baterai yang cukup besar. 
Ponsel anda menggunakan baterai jenis apa?

Inilah jenis-jenis baterai ponsel:

NiCD
Baterai jenis ini merupakan generasi pertama. Berkapasitas besar, baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya, proses pengisian ulangnya pun cukup merepotkan. Misalnya, pengisian ulang harus di lakukan pada saat dayanya benar-benar habis. Karena baterai NiCD memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisian belum kosong benar.
NiMh (Nickel Metal Hydride)
Generasi selanjutnya adalah NiMH. Baterai isi ulang ini masih memiliki memory effect namun hanya bersifat sementara. Jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCD. Untuk pengisian ulang tak perlu menunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi akan terasa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.
Li-Ion (Lithium Ion)
Ketimbang dua generasi sebelumnya, tipe ini tak lagi memiliki memory effect. Jadi Anda bisa mengisi ulangnya tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki siklus hidup yang lebih pendek. Bahkan apabila dicas berlebihan baterai lithium ion akan menurunkan kemampuannya, ketimbang NiCD atau NiMH.
Li-Po (Lithium Polymer)
Ini generasi paling baru baterai isi ulang. Selain ramah lingkungan, keunggulannya di atas baterai Li-Ion. Untuk perawatan baterai Lithium Polymer, tak jauh beda dengan Lithium Ion. Namun, Penanganannya harus ekstra hati-hati. Mengingat sifatnya yang liquid dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah.
Kelemahan Li-Po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu ponsel mati dengan sendirinya. Atau sebisa mungkin ketika ponsel memberikan peringatan baterai lemah. Jika tidak, ponsel akan susah untuk diaktifkan karena baterai belum pulih sepenuhnya.


Langkah tepat hemat baterai ponsel:

Nah, setelah anda tahu fitur dan aplikasi apa saja yang membutuhkan banyak daya baterai dan juga jenis-jenis baterai, kini anda perlu melakukan beberapa langkah untuk menghemat daya baterai ponsel anda:
Matikan fungsi getar pada ponsel
Untuk menghemat pemakaian baterai, matikan fungsi getar pada ponsel. Jika tidak berada dalam kondisi yang mengharuskan anda mematikan bunyi ponsel, nyalakan bunyi ponsel HP tanpa menggunakan getar. Getar ponsel sangat cepat menghabiskan tenaga baterai jika dibandingkan hanya menyalakan ringtone ponsel anda. Anda bisa membandingkan dan menghitung berapa lama baterai anda bisa bertahan jika anda tetap menggunakan fungsi getar.
Matikan koneksi Bluetooth
Kalau tidak perlu, matikan koneksi bluetooth ponsel anda. Perlu headset? Sebaiknya gunakan headset dengan kabel dibandingkan dengan headset bluetooth. Selain radiasinya tidak baik untuk untuk kesehatan (kepala), bluetooth juga sangat cepat membuat bateraimu kering. Jadi, kalau tidak benar-benar butuh, matikan koneksi bluetooth.
Matikan animasi gerak untuk background ponsel
Bila anda ingin menggunakan gambar background pada ponsel, sebaiknya pilih gambar dengan format JPEG daripada gambar atau animasi dalam format GIF (gambar gerak). Karena gambar gerak yang menjadi background pada ponsel mengakibatkan ponsel bekerja dua kali lebih keras dan pastinya akan menguras baterai anda lebih cepat. Atau jika bisa, gunakan background satu warna (warna hitam atau lainnya) pada ponsel.
Cas (charge) baterai dengan durasi yang pas
Sering kali baterai bocor dan drop disebabkan durasi pengisian baterai yang terlalu lama dan tidak tepat. Saat mengisi ulang baterai, sebaiknya pastikan kondisi anda dalam keadaan nonaktif (mati). Kondisi ponsel dalam keadaan mati membuat baterai anda menyerap tenaga dari sumber listrik lebih cepat dan mengisi tenaga dengan sempurna. Sebisa mungkin, cas ponsel jika baterai memang sudah perlu untuk diisi ulang. Isi baterai ponsel anda selama kurang lebih 2 jam (dalam keadaan nonaktif) maka ponsel anda sudah siap untuk digunakan kembali.
Selamat mencoba!

0 masukan:

Poskan Komentar

sebelum berkomentar ada baiknya sobat membaca aturan berikut:
+ harap berkomentar bahasa yang sopan
+ jangan berkomentar yang menyinggung SARA'
+ jangan berkomentar yang berbau pornografi
jika tidak memenuhi ketentuan di atas komentar sobat tidak akan ditampilkan. Terima kasih sebelumnya