Senin, 18 Juni 2012

Ghost Ship The Flying Dutchman


The Flying Dutchman

Kisah kapal hantu satu ini sangat popular pada tahun 1641. Pada saat itu, sang kapten kapal, Hendrik Van Decken bersumpah menemukan Cape of Good Hope (Tanjung Harapan). Setelah tujh tahun mengarungi lautan, misinya tidak membuakan hasil. Walaupun para awak kapal sudah merasa putus asa, tetapi sang kapten bersikeras akan tetap mencarinya sampai kiamat tiba dan tidak ada seorang pun yang boleh menentang keinginannya tersebut.

Pada suatu malam, ia berhasil menemukan letak Cape of Good Hope dengan bantuan teleskop. Saat itu, telah terjadi badai dahsyat. Lalu, tidak lama berselang, kapalnya berpapasan dengan sebuah kapal kecil. Para nelayan di kapal itu tela memperingatinya untuk tidak meneruskan perjalanan. Tetapi, bukannya mengikuti saran para nelayan, ia justru mengumpat dan memilih dikutuk daripada harus mengurungkan niatnya itu. Nyatanya, betapapun kerasnya usahanya, ia beserta awak kapalnya tetap saja gagal menemukan dermaga untuk berlabuh.

Kabarnya, Van Der Decken hampir berhasil berlabuh. Namun, semua awak kapalnya terkena wabah pes sehingga mereka dilarang berlabuh karena takut menularkan penyakit tersebut ke penduduk kota. Karena tidak mendapat pertolongan, seluruh awak kapal beserta sang kapten meninggal dunia dalam pelayaran di tengah lautan. Rasa sakit hatilah yang membuat arwah mereka penasaran dan terus mengarungi lautan dengan kapal hantunya tersebut.

Ada mitos yang beredar di antara para pelaut bahwa jika melihat kapal hantu tersebut, hal-hal buruk akan menimpa mereka. Baik berupa bencana alam atau kejadian misterius lainnya.

Di samping itu, ada versi lain yang menyebutkan bahwa seorang Kapten Belanda bernama Bernard Fokke disinyalir menjadi kapten Flying Dutchman lainnya. Fokke juga digambarkan sebagai kapten yang sangat piawai dalam mengarungi lautan. Kabarnya, Fokke dapat berlayar dari Belanda hingga Pulau Jawa hanya dalam waktu singkat. Tentu saja hal tersebut mengherankan banyak pihak. Sebab, pada masa itu, kapal tercepat pun butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai Pulau Jawa. Selain itu, ada pula dugaan bahwa sebetulnya Fokke dibantu oleh para iblis lautan sehingga kapalnya dapat berlayar dengan cepat.

Apa pun versi ceritanya, The Flying Dutchman tetap dikenal sebagai kapal hantu yang sangat menyeramkan. Kisah tersebut juga dilengkapi dengan beberapa catatan penampakan. Salah satu yang paling terkenal adalah catatan dari Prince George of Wales yang kemudian dikenal sebagai King George V of United Kingdom.

Kejadian penampakan tersebut terjadi 1900-2000, yakni ketika Prince George berlayar bersama adiknya (Prince Albert Victor of Wales). Ia beserta tiga belas awak kapal lainnya melihat sebuah kapal yang diselimuti kabut pada saat menjelang subuh di dekat perairan Australia. Selain terlihat suram, kapal yang diduga sebagai The Flying Dutchman tersebut diliputi kilauan aura berwarna merah darah. Karena kabut yang cukup tebal, seluruh awak kapal tersebut tidak terlihat jelas. Prince George yang penasaran akhirnya memerintahkan beberapa awak kapalnya untuk mendekati kapal menggunakan sekoci, tapi mereka tidak berhasil menemukan siapa pun. Lalu, dalam sekejap kapal aneh tersebut hilang ditelan kabut. Padahal, harusnya kapal sebesar itu masih dapat terlihat dalam jarak 200 yard melalui teleskop.

0 masukan:

Poskan Komentar

sebelum berkomentar ada baiknya sobat membaca aturan berikut:
+ harap berkomentar bahasa yang sopan
+ jangan berkomentar yang menyinggung SARA'
+ jangan berkomentar yang berbau pornografi
jika tidak memenuhi ketentuan di atas komentar sobat tidak akan ditampilkan. Terima kasih sebelumnya