Senin, 18 Juni 2012

Misteri Duyung


Anda sudah menonton film Pirates Carribean: On Stranger Tides? Bila sudah, anda bisa melihat penggambaran makhluk yang bernama duyung di film itu.

Menurut legenda, duyung diyakini sebagai makhluk yang wujudnya setengah ikan dan setengah manusia. Bagian pinggang ke atas biasanya berbentuk tubuh perempuan cantik, tapi kakinya tertutup sisik seperti ekor ikan.

Dalam mitologi Yunani, duyung dipercaya sebagai si cantik penggoda pelaut. Siapa yang tergoda rayuan sang duyung maka ia akan menemui ajalnya. Sedangkan masyarakat Babilonia percaya jika duyung adalah si Dewa Laut yang disebut sebagai Ea atau Oannes. Akan tetapi, mitologi kuno lain juga menyebutkan bahwa duyung adalah makhluk yang menyertai dewa-dewa laut, yakni Poseidon, Neptune, dan Triton.

Legenda duyung tersebut pertama kali muncul dalam mitologi Assyria pada masa 1000 SM. Dikisahkan bahwa Atargatis (ibu dari Ratu Assyria yang bernama Semiramis) adalah dewi yangmencintai seorang penggembala. Lalu, ia bunuh diri dengan melompat ke danau karena cintanya ditolak. Ia pun berubah menjadi ikan yang berwujud seekor duyung.

Begitu populernya cerita duyung tersebut, hingga tercantum dalam naskah-naskah kuno. Di antaranya, ada dalam catatan Alexander the Great, sang penguasa Macedonia (356-323 SM). Saudara perempuan Alexander yang bernama Thessalonike, disebutkan berubah menjadi duyung setelah kematiannya. Namun, tidak ada bukti pasti mengenai penampakannya, kecuali dalam bentuk sketsa kuno dan tergambar di mata uang kaum Corinthian (Yunani).

Sepertinya duyung memang masih menjadi misteri. Bahkan, para ahli menyimpulkan bahwa kemungkinan duyung tersebut adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong, manatee, dan sea cow yang disalahartikan oleh pelaut masa lalu.

Satu dongeng tentang duyung yang terkenal adalah hasil karya pendongeng dunia, yaitu Hans Christian Anderson. Bukunya yang berjudul The Little Mermaids pada 1836 menjadi salah satu dongeng paling populer. Buku tersebut pun telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Bahkan, kisah tersebut juga difilmkan dalam versi kartun dengan judul yang sama oleh Walt Disney. Dari berbagai sumber.

0 masukan:

Poskan Komentar

sebelum berkomentar ada baiknya sobat membaca aturan berikut:
+ harap berkomentar bahasa yang sopan
+ jangan berkomentar yang menyinggung SARA'
+ jangan berkomentar yang berbau pornografi
jika tidak memenuhi ketentuan di atas komentar sobat tidak akan ditampilkan. Terima kasih sebelumnya