Rabu, 02 Mei 2012

Statistik Ninja dalam anime naruto


statistik
Statistik ninja adalah secamacam rapor yang dijadikan standar analisa kekuatan seorang shinobi. Biasanya seorang Hokage atau ANBU memiliki data ini lengkap dan berbentuk kartu. Data statistik ini bisa didapatkan di Databook Naruto yang di keluarkan shonen jump sebagai informasi tambahan kisah Naruto.
Sejauh ini shonen jump telah mengeluarkan 3 buah databook plus dua buku mini. Databook 1 berisi informasi dunia Naruto sejak kisah dimulai hingga ujian chuunin. Databook 2 berisi informasi kisah Naruto sejak ujian chuunin hingga kepergian Naruto. Dan databook 3 berisi informasi Naruto sejak kedatangan Naruto ke Konoha hingga pertarungan Sasuke vs Itachi.

Dalam Statistik terbagi menjadi 8 nilai sebagai berikut
  • Ninjutsu. Yaitu wawasan atau kemampuan menggunakan ninjutsu
  • Taijutsu. Yaitu wawasan atau kemampuan menggunakan taijutsu. Termasuk didalamnya ketrampilan menggunakan senjata.
  • Genjutsu. Yaitu wawasan atau kemampuan menggunakan genjutsu
  • Inteligen. yaitu wawasan seluk beluk ninja, kecepatan dan ketepatan membaca situasi, memprediksi langkah lawan ataupun menyusun strategi penyerangan
  • Kekuatan. Yaitu kekuatan fisik yang didapat dari latihan. Kekuatan dengan chakra atau pinjaman bijuu didalam tubuh tidak termasuk didalam kategori ini.
  • Kecepatan. Yaitu kecepatan gerakan tubuh.
  • Stamina. Yaitu daya tahan tubuh. Ini sangat berhubungan dengan jumlah chakra dalam tubuh.
  • Fuin. Yaitu wawasan atau kemampuan melakukan fuin. Pengaturan chakra yang tinggi merupakan syarat melakukan fuin.
Dalam databook nilai suatu kategori adalah dalam rentang 0-5. Dalam agoessnaruto dibuat rentang 0-10. Sebagai gambaran. Seorang murid akademi biasanya mempunyai nilai 0-2. Seorang genin biasanya mempunyai nilai 2-4. Seorang chuunin mempunyai nilai 4-6. Seorang jounin mempunyai nilai 6-8. Seorang  ninja s-class (level Kage) mempunyai nilai 8-10. Dan beberapa ninja mempunyai nilai sempurna yaitu 10. Perlu di pahami bahwa nilai 10 adalah nilai tertinggi dan kadang tidak ada nilai yang lebih tinggi lagi dari 10.  Kadang ada seorang ninja yang layak mendapat nilai lebih dari 10 namun hal itu tetap dihitung 10.
Seorang ninja tidak akan bisa mempunyai nilai sempurna di semua bidang. bahkan seorang kage sekalipun. Masing-masing punya kekhususan sendiri-sendiri. juga tidak mengherankan bila seorang genin mempunyai nilai dilevel chunin atau seorang chunin mempunyai nilai di level jounin pada beberapa kategori. Sebagai contoh bagus adalah Lee yang saat geninpun sudah mempunyai nilai taijutsu setara jounin. Namun saat ia chunin, ia tetap mempunyai nilai ninjutsu dan genjutsu dibawah level seorang genin.
kekuatan lain
dalam statistik ini, tidak dihitung kondisi dalam keadaan lain misalnya sasuke dalam juin jutsu, atau chouji dengan pil Akimichi, atau Jiraiya dalam mode sennin.
nilai sempurna
karena nilai sempurna adalah 10 dan tidak ada yang lebih besar lagi maka sangat dimungkinkan seseorang dengan nilai 10 jauh lebih hebat dari orang lain yang nilainya 10 juga. misalnya (mungkin) gai dan lee yang sama-sama 10 dalam taijutsu, kelihatannya gai masih jauh di atas lee atau shikamaru dan kakashi yang inteligen nya sama-sama 10, kelihatannya shikamaru masih jauh diatas kakashi. (kalimat diatas adalah kemungkinan, dan belum ada sumber yang valid yang membenarkannya)
nilai rata-rata
nilai rata-rata memberi gambaran kira-kira bagaimana analisis hasil pertarungan ninja vs ninja. nilai rata-rata yang lebih tinggi mempunyai potensi menang yang lebih tinggi. namun hasil akhir siapa yang menang, sangat ditentukan dengan situasi dan kondisi pertarungan. Sasuke sangat mungkin kalah melawan Itachi, namun Itachi memilih akhir sesuai rencananya sendiri (ia sudah memberikan sebagian kekuatannya pada naruto dan itachi tak tega melawan sasuke). dalam Sasuke vs Deidara, Sasuke mungkin saja mati, namun ia beruntung membunyai sharingan yang bisa melihat warna chakra. juga juugo yang membantunya keluar dari dunia Manda.
Analogi dengan Nilai Sekolah
Mungkin ada baiknya kita lihat statistik ninja ini seperti buku rapor atau transkrip nilai.
dalam raport atau transkrip ada banyak maya pelajaran atau mata kuliah. ada bermacam-macam nilai. dari 0-10 untuk raport dan E-A untuk mata kuliah.
Dalam akademi ninja analoginya cuma ada 8 mata pelajaran. Dan di sistem sekolah dulu kita mengenal ranking. (di perkuliahan dah ga ada ranking lagi). dalam ranking kita mengenal adanya sistem total nilai dan total nilai rata-rata. siswa yang mendapat total nilai tertinggi akan mendapat predikat ranking 1.
sekarang kita lihat contoh kasus berikut.
Si A Ranking 1. Si B ranking 2. Si C ranking 3. Si D ranking 20. Si E ranking 30. SI B Juara I Lomba Fisika Nasional. Si C Juara I lomba menyanyi nasional. Si D Juara I lomba renang Nasional. Si E Juara I Lomba Ceramah Agama nasional.
sebagai catratan, contoh kasus diatas adalah kasus yang sering terjadi. Dimana si Ranking 1 justru belum pernah Juara I lomba apapun dan ranking yang jauh dibawahnya justru bisa meraih Juara I. Si Juara Kelas ini pada dasarnya menang dalam rata-rata keseluruhan.
Sistem ranking tidak mencerminkan kualitas tertentu pada seorang siswa. namun bagaimanapun ranking itu sudah memberi Gambaran tentang cerdasnya seorang siswa dalam menangkap mata pelajaran.
Jika kita adu cepat menghitung soal matematika atau fisika antara dua siswa ranking 1 dan 5. Mungkin kita akan lebih mempertimbangkan si ranking 1 lebih cepat dan tepat. Namun belum tentu. Bisa jadi Si ranking 1 agak lemah justru di matematika dan fisika, atau si ranking 5 justru punya kelebihan di matematika atau fisika. atau Si ranking 1 sedang sakit atau banyak masalah sehingga konsentrasinya menurun.
Begitulah. Banyak alasan mengapa sistem ranking tidak memberikan gambaran tepat mengenai siapa yang lebih hebat. Namun bisa menjadi acuan awal tentang pertarungan. Lagi pula, tidak ada larangan untuk harus satu lawan satu. Jika musuh hebat dalam Genjutsu, maka ninja bisa meminta bantuan temannya untuk mengatasinya. Satu lawan dua tidak masalah. yang penting menang. Naruto adalah kisah dimana mencontek adalah suatu hal umum, bahan perlu. Seorang Kazekage lulus ujian dengan mencontek ? bukan hal yang memalukan.

0 masukan:

Poskan Komentar

sebelum berkomentar ada baiknya sobat membaca aturan berikut:
+ harap berkomentar bahasa yang sopan
+ jangan berkomentar yang menyinggung SARA'
+ jangan berkomentar yang berbau pornografi
jika tidak memenuhi ketentuan di atas komentar sobat tidak akan ditampilkan. Terima kasih sebelumnya