Rabu, 11 Juli 2012

Antara GOD & DOG, TUHAN & HANTU


Kita memang seperti Dog-ie ketika menelusuri wewangian-Nya,
Mengendus-endus bebauan yang memabukkan,
mencari sumber dari Pemilik dan Pembuat wewangian itu.

Dari wewangianNya,
kamu bisa buat terompah dan tongkat pemandu untuk mengikuti jejak-jejak wewangianNya, yang menyengat di ujung hidung kita sendiri, di pelupuk mata
maupun terpetakan dipikiran dengan gambaran alam Indra Maya
yang sepanjang zaman slalu porak poranda
dengan Cinta, Darah dan Airmata
sisakan bau busuk hingga
para kawanan Dog-ie pun mengendus-ngendusnya
dan jadi sejarah menjadi kisah-kisah yang membelai manusia
dalam halusinasi bersama khayal dan angan yang memabukkan.

Jangan heran kalau di Barat orang menyebut namaNya
kebalikan dari nama DOG yang suka mengendus-endus bebauan,
mereka sebut Dia GOD.
Itu mungkin benar kalau kamu hanya bersandar dengan akal pikiranmu
yang sebenarnya lemah.

Mau bukti?
Coba saja pikirkan, kenapa 2+2=4

Di Timur lain lagi ceritanya,
karena orang seringkali di hantui rasa takut yang amat sangat
pada yang tak masuk di pikirannya,
mereka sebut Dia TUHAN.
Padahal, rasa takut itu muncul dari hawa nafsunya sendiri
menjadi HANTU yang mengejar-ngejarnya karena
akalnya tak mau diberdayakan semestinya
hingga akhlaknya yang mencuat menjadi
rumah miring yang compang camping
karna selalu dilanda prahara Dewata Cengkar
yang suka memakan dan meminum darah manusia.

Bagaimanakah jalan yang benar untuk mengenal sekedar namaNya saja?
Nabi-nabi, rasul-rasul dan kaum Arifin masih Berjalan di jalan Keberserah Dirian,
dalam selubung kerahasiaan negeri Indra Maya.
Mereka, sebenarnya sudah menjadi lentera dan penerang
bagi para pencari DiriNya yang mempunyai nama Yang Maha Tinggi.
Namun, orang kebanyakan sudah lupa, padahal apa yang telah disampaikan mereka sampai hari ini masih kita baca.

Namun lidah kita sudah kelu,
hingga rasa dari bacaannya
jadi sepahit empedu.

Bagaimanakah kita bisa membaca Pesan-pesan Warisan mereka itu
kalau kita lebih suka mengendus-endus seperti DOGie dan lebih suka
di-Hantu-i oleh was-was dihati?

Bercerminlah,
lalu bacalah apa yang ada padamu dan sucikan jiwamu,
perangi dajjal-dajal yang telah menguasai akal pikiran dan hatimu dengan
pedang keyakinan yang lurus, yang tertulis sebagai huruf Alif tersembunyi dalam kalimat Bismillahir al-Rahmaan al-Rahiim,
BUKAN pedang yang kamu bengkokkan karena menuruti hawa nafsumu
yang sudah menjadi Tuhanmu dari kehantuan (was-was) dirimu sendiri.

0 masukan:

Poskan Komentar

sebelum berkomentar ada baiknya sobat membaca aturan berikut:
+ harap berkomentar bahasa yang sopan
+ jangan berkomentar yang menyinggung SARA'
+ jangan berkomentar yang berbau pornografi
jika tidak memenuhi ketentuan di atas komentar sobat tidak akan ditampilkan. Terima kasih sebelumnya